Abu Bakr Effendi

Abu Bakr Effendi
Abu Bakr Effendi. (Foto: Net)

Ia memperoleh ketenaran pada tahun 1869 setelah memutuskan bahwa lobster batu dan ikan snoek, dua makanan pokok di Cape, adalah haram (berdosa), dan ada petisi yang tidak berhasil untuk mencopotnya.

Ia sering disalahpahami sebagai seorang Syafi’i berdasarkan fakta bahwa ia adalah seorang ulama dari empat mazhab Islam Sunni, dan mampu mengeluarkan fatwa agama sesuai dengan masing-masing mazhab.

Sebagian besar kesalahpahaman ini disebabkan oleh penentangan Effendi yang mendalam terhadap sistem suksesi para Imam di masjid-masjid lokal Cape untuk mempertahankan kekayaan dan kekuasaan alih-alih menyerahkannya kepada yang paling berilmu.

Baca Juga:  Mozah Bint Nasser

Leluhur dan anak-anaknya menganut mazhab Hanafi, tetapi beberapa kemudian berpindah agama karena tekanan dan pernikahan dengan mazhab setempat.

Effendi meninggal pada tanggal 29 Juni 1880 di rumahnya di Bree Street, Cape Town, dan dimakamkan di Pemakaman Tana Baru. Ia tertular malaria setelah dilaporkan melakukan perjalanan ke Dera di Mozambik.