Gamal Abdul Nasir

Gamal Abdul Nasir
Gamal Abdul Nasir. (Foto: Net)

Dua tahun kemudian, Gamal Abdul Nasir menjadi calon tunggal dalam pemilu presiden dan dilantik menjadi presiden Mesir kedua.

Pada masa pemerintahannya, Gamal Abdul Nasir membangkitkan Nasionalisme Arab dan Pan-Arabisme, menasionalisasi terusan Suez yang mengakibatkan krisis Suez yang membuat Mesir berhadapan dengan Prancis, Inggris dan Israel yang memiliki kepentingan terhadap terusan itu.

Krisis ini berakhir dengan keputusan dunia Internasional yang menguntungkan Mesir serta terusan Suez resmi berada dalam kedaulatan Mesir. Kemudian mengadakan proyek infrastruktur besar-besaran di antaranya adalah proyek Bendungan Aswan dengan bantuan pemerintah Uni Soviet.

Baca Juga:  Saddeka Mohammed Arebi

Setelah kalah dalam Perang Enam Hari dengan Israel pada tahun 1967, Gamal Abdul Nasir ingin menarik diri dari dunia politik tetapi rakyat Mesir menolaknya. Gamal Abdul Nasir sekali lagi memimpin Mesir dalam Perang Atrisi (1969-1970).

Gamal Abdul Nasir lahir pada 15 Januari 1918 di Bakos, Iskandariyah, sebagai putra pertama dari Fahima dan Abdul Nasir Husain. Ayah Nasir adalah tukang pos yang lahir di Beni Mur, Mesir Hulu dan dibesarkan di Iskandariyah, dan keluarga ibunya berasal dari Mallawi, El Minya.

Baca Juga:  Sonny Bill Williams

Orang tuanya menikah pada 1917, dan kemudian memiliki dua putra lebih, Izz Al Arab dan Al Leithi. Biografer Nasir Robert Stephens dan Said Aburish menyatakan bahwa keluarga Nasir sangat meyakini “pencapaian kejayaan Arab”, karena nama saudara Nasser, Izz Al Arab, artinya “Kejayaan bangsa Arab” sebuah nama langka di Mesir.