
Pengalaman itu, serta kematian Imam Abdullah Haron dalam tahanan pada tahun 1969, semakin mempolitisasi Solomon; ia adalah anggota pendiri Asosiasi Mahasiswa Muslim.
Pada tahun 1979, ia menjadi Imam di masjid populer di Claremont Main Road di Cape Town. Ia aktif dalam pengorganisasian komunitas anti-apartheid di daerah tersebut, serta dalam gerakan solidaritas antaragama, memimpin pawai politik bersama Pendeta Allan Boesak.
Ia adalah anggota Dewan Yudisial Muslim (MJC) dan bergabung dengan Front Demokratik Bersatu (UDF) ketika didirikan pada tahun 1983.
Bahkan, ketika MJC memisahkan diri dari UDF pada tahun 1984, Solomon menjadi anggota pendiri Seruan Islam, sebuah badan alternatif yang berafiliasi dengan UDF.
Kemudian, saat bersaksi di hadapan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi pada tahun 1997, Solomon membela MJC sebagai penentang apartheid yang awal dan teguh, tetapi mengatakan bahwa MJC seharusnya berbuat lebih banyak untuk mengurangi polarisasi antara Muslim konservatif dan progresif.








