
Sarsour mulai terjun menjadi aktivis politik pada 2001, setelah Serangan 11 September di New York, AS, saat ia mengadvokasikan hak-hak sipil Muslim di Amerika Serikat.
Ia beberapa kali membicarakan aktivismenya dalam konteks membangun gerakan progresif di AS, dan telah dipuji berbagai politisi dan aktivis kelompok liberal.
Pada 2012, di masa kepresidenan Barack Obama, Gedung Putih memberikan penghargaan Champion of Change (Jawara Perubahan) kepada Sarsour. Pada kampanye pemilihan presiden 2016, ia ikut berkampanye untuk Senator Bernie Sanders, bakal calon presiden dari Partai Demokrat.
Koran Haaretz menyebut Sarsour sebagai salah satu wanita Palestina-Amerika yang paling terkenal karena aktivitasnya membela bangsa Palestina di daerah yang diduduki Israel, dan karena kritiknya terhadap pemerintah zionisme.
Ia membantah klaim yang beredar di media sosial dan situs-situs konservatif bahwa ia memiliki hubungan dengan Hamas, dan menyebutnya “berita palsu”.
Beberapa pihak memuji Sarsour sebagai simbol pemberdayaan wanita dan “memecahkan stereotipe tentang wanita Muslim”.(*)








