Moeslim.id | PedangĀ itu diterima oleh Salim, ia menghampiri orang yang dimaksud. Seluruh mata menghadap kepadanya untuk melihat apa yang hendak beliau lakukan. Salim berdiri di depan orang tersebut lalu bertanya; “Apakah Anda muslim?”.
Tahanan berkata; “Benar saya muslim. Tapi apa perlunya Anda bertanya demikian? Lakukan saja apa yang diperintahkan kepada Anda!”.
Salim; “Apakah Anda shalat subuh?”. Tahanan; “Sudah saya katakan bahwa saya muslim. Mengapa Anda bertanya apakah saya shalat subuh? Adakah seorang muslim yang tidak mengerjakan shalat subuh?”.
Salim; “Apakah Anda shalat subuh hari ini?”. Tahanan; “Semoga AllahĀ Subhanahu wa TaāalaĀ memberikan hidayah kepada Anda. Saya katakan; ‘Ya’. Silakan Anda melaksanakan perintah zalim itu, jika tidak tentulah dia akan marah kepada Anda”.
Salim bin Abdullah kembali ke hadapan Hajjaj. Sambil melemparkan pedang yang digenggamnya dia berkata; “Orang ini mengaku sebagai seorang muslim dan berkata bahwa hari ini sudah shalat subuh. Saya mendengar RasulullahĀ shallallahu alaihi wasallamĀ bersabda, ‘Siapa yang shalatĀ subuh, dia berada dalam naungan Allah Subhanahu wa Taāala’.” maka saya tidak akan membunuh seseorang yang berada dalam perlindungan AllahĀ Subhanahu wa Taāala”.









