Berapa Jarak Waktu Antara Adzan dan Iqamah yang Tepat?

Ilustrasi jamaah menunggu iqamah di masjid. (Foto: umma.id)

MOESLIM.ID | Masalah ini sebaiknya menjadi bahan pertimbangan para takmir masjid agar memperhatikan berapa jarak waktu antara adzan dan iqamah yang tepat, sehingga tercipta shalat berjamaah yang khusyu dan afdhal.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda kepada Bilal agar menjadikan antara adzan dan iqamah itu lapang waktunya. Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda,

اجْعَلْ بَيْنَ أَذَانِكَ وَإِقَامَتِكَ نَفَسًا قَدْرَ مَا يَقْضِي الْمُعْتَصِرُ حَاجَتَهُ فِي مَهْلٍ , وَ قَدْرَ مَا يَفْرُغُ الْآكِلُ مِنْ طَعَامِهِ فِي مَهْلٍ

Baca Juga:  Cara Membersihkan Najis yang Berat (Tsaqilah)

Jadikanlah antara adzanmu dengan iqamahmu kelonggaran seukuran seorang mu’tashir (orang buang hajat) menyelesaikan hajatnya dengan tenang, dan seukuran orang yang sedang makan menyelesaikan makannya dengan tenang (tidak tergesa-gesa)!” (HR. At-Tirmidzi, Silsilah Ash Shahihah no. 887)

Ibnu Qudamah rahimahullah menjelaskan bahwa iqamah hendaknya diakhirkan agar jamaah bisa melaksanakan sunnah-sunnah terkait. Beliau rahimahullah berkata,

لأن الاذان شرع للاعلام فليسن تأخير الإقامة ليدرك الناس الصلاة في المغرب كسائر الصلوات (فصل) ويستحب أن يفصل بنى الأذان والإقامة بقدر الوضوء وصلاة ركعتين

Baca Juga:  Bagaimana Hukum Membius Hewan Sebelum Disembelih?

Azan adalah syiar untuk mengumumkan tanda (masuk salat). Disunnahkan mengakhirkan iqamah agar jamaah mendapati jeda pada salat maghrib dan salat-salat lainnya. Disunnahkan memberikan jeda antara azan dan iqamah dengan sekadar waktu jamaah berwudu dan salat dua rakaat.” (Asy Syarhul Kabir, 1: 41)