
Jika melakukan shalat tiga belas rakaat, juga tidak masalah, berdasarkan perkataan Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma.
كَانَتْ صَلَاةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يَعْنِي بِاللَّيْلِ
“Shalat Nabi Shallallahu alaihi wasallam adalah tiga belas raka’at yaitu shalat malamnya”. (HR. Bukhari: 1137 dan Muslim: 764)
Jumlah sebelas rakaat, jelas bersumber dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma sebagaimana terdapat dalam kitab Al Muwaththa dengan sanad yang paling shahih.
Jika lebih daripada itu maka tidak mengapa, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam saat ditanya tentang shalat malam, beliau bersabda;
صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى
“Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat”. Dan beliau Shallallahu alaihi wasallam tidak membatasinya.
Riwayat tentang jumlah rakat shalat tarawih bermacam-macam. Tapi yang lebih utama adalah mencukupkan dengan yang dikerjakan Nabi Shallallahu alaihi wasallam yaitu sebelas ataupun tiga belas rakaat.








