Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban, Tidak Ada Amalan Khusus

Keutamaan bulan Dzulqa'dah
Keutamaan bulan di tahun Hijriyah. (Foto: Net)

Maka ini adalah kesempatan bagi setiap Muslim untuk meraih ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengharap masuk Surga, yaitu dengan menghilangkan kedengkian antara dirinya dengan orang lain, baik dekat maupun jauh, seperti apabila terjadi dalam keluarganya.

Juga berdo’a dan bertaubat dari maksiat dan dosa durhaka kepada kedua orang tua, melalaikan shalat, berlaku zhalim kepada orang, dosa riba, ghibah, namimah (mengadu domba), mendengarkan musik dan lagu, dan dosa kemaksiatan lainnya.

Meskipun terdapat keutamaan malam Nishfu Sya’ban, namun tidak boleh mengkhususkan hari tersebut dengan puasa, shalat, doa bersama dan lainnya, sebab Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam tidak mengkhususkan hari tersebut dengan hal-hal itu, beliau tidak pernah menetapkannya, dan tidak pula para Shahabatnya.

Baca Juga:  Etika dan Adab Berziarah ke Masjid Nabawi, Jangan Dilanggar!

Dan diriwayatkan tentang hal ini, hadits yang bathil dari Ali bin Abi Thalib  Radhiyallahu anhu, bahwasanya; “Apabila datang malam Nisfu Sya’ban, maka shalatlah pada malam itu dan puasalah di siangnya. Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala pada malam itu turun ke langit dunia sejak terbenamnya matahari, lalu Dia berfirman, ‘Ketahuilah, orang yang meminta ampunan maka akan diampuni, orang yang meminta rizki maka akan diberi rizki, siapa yang sakit maka akan disehatkan, siapa yang begini maka akan begitu… hingga terbit matahari’.

Baca Juga:  Hukum Tahnik Pada Bayi yang Baru Lahir, Cara dan Manfaatnya

Hadits ini adalah dusta atas nama Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 1388), di sanadnya ada Abu Bakrah bin Abdillah bin Muhammad bin Abi Sabrah Al Qurasyi Al Amiri Al Madini. Adz Dzahabi berkata dalam Miizaan “Didha’ifkan oleh Imam Bukhari dan selainnya”. (Takhrij Kitab Al Ihya: I/164)