Islam di Georgia, Muslimnya Dijuluki Sebagai ‘Utsmaniyah’

Masjid di Tbilisi Georgia. (Foto: Net)

Pada tahun 2010, Georgia dan Turki menandatangani perjanjian di mana Turki akan merehabilitasi tiga masjid serta membangun masjid baru di Georgia, sementara Georgia akan merehabilitasi biara-biara Georgia di Turki.

Perjanjian Georgia-Turki akan memperbolehkan pembangunan kembali masjid bersejarah Azize di Batumi, Ajaria yang dihancurkan pada tahun 1940. Turki akan merehabilitasi masjid di daerah Samtskhe-Javakheti beserta tempat mandi Turki (hammam) di Batumi.

Bangsa Arab pertama kali muncul di Georgia pada tahun 645. Pada tahun 735, Marwan bin Muhammad mengadakan penyerangan dan berhasil menaklukkan sebagian besar daerah Georgia. Marwan mengendalikan kota Tbilisi dan menetapkan emir Arab yang dikonfirmasi oleh Kalif Baghdad atau Ostikan Arminīya.

Baca Juga:  Tasyabbuh Pada Perayaan Tahun Baru, Ini Bahayanya

Pada masa penguasaan Arab, Tbilisi berkembang menjadi pusat perdagangan antara dunia Muslim dan Eropa Utara. Tbilisi juga berfungsi sebagai daerah penyangga berhadapan dengan kekuasaan Kekaisaran Romawi Timur dan Bangsa Khazar. Dari waktu ke waktu, penduduk Tbilisi mulai berganti agama menjadi Islam.

Antara tahun 1386 dan 1404, Georgia menjadi subyek penyerangan Tamerlane yang mengontrol dinasti dengan kekuasaan dari Asia Tengah hingga Anatolia. Pada penyerangan pertama dari paling tidak tujuh penyerangan, Tamerlane merampok Tbilisi dan menangkap raja Bagrat V pada tahun 1386. Pada tahun 1401, Tamerlane kembali menyerang Kaukasus.