
Sejarah Islam di Namibia bermula pada akhir abad ke-19, ketika sebuah komunitas kecil pedagang dan saudagar India menetap di kota pelabuhan Luderitz. Umat Muslim awal ini membangun masjid pertama di Namibia, yang masih berdiri hingga saat ini dan berfungsi sebagai pusat komunitas Muslim di Luderitz.
Islam memiliki kehadiran yang kecil namun terus berkembang di Namibia, dengan perkiraan 70.000 Muslim di negara tersebut, banyak di antaranya adalah suku Nama.
Agama Islam telah memperoleh pengikut yang signifikan di kalangan suku Nama, dengan banyak yang menyebutkan kejelasan teks-teks Islam, keindahan isi dan gaya penulisan, serta persatuan dan persaudaraan umat Islam sebagai ciri menarik dari agama ini.
Sebagian besar komunitas Muslim Namibia adalah anggota kelompok etnis Nama. Diyakini bahwa hal ini sebagian besar merupakan hasil dari upaya seorang politisi terkemuka di antara suku Nama, Jacobs Salmaan Dhameer, yang masuk Islam pada tahun 1980.
Masjid pertama di negara ini, Pusat Islam Soweto, didirikan pada tahun 1986 dan terletak di Katutura. Pada Mei 2009, terdapat dua belas masjid di negara ini, enam di Windhoek, dua di Katima Mulilo, satu di Walvis Bay, dan tiga di bagian utara negara di bekas Ovamboland.








