
Di Asfahan ia berguru kepada Abul Hasan bin Abdi Kawih Abu Abdillah Al Jamal, Muhammad bin Abdillah bin Syahriyar dan Al Hafizh Abu Nu’aim, dan di beberapa tempat lainnya.
Adz-Dzahabi mengatakan, Abdul Aziz bin Ahmad Al Kattani berkata; “Pada tahun 412 H ia meriwayatkan hadits kepada gurunya yang bernama Abu Al Qasim Ubaidullah Al Azhari, gurunya yang lain yaitu Al Baraqani juga menulis dan meriwayatkan hadits darinya. Dalam ilmu fikih, ia berguru kepada Abu Ath-Thayyib Ath Thabari dan Abu Nashr bin Ash Shabbagh. Dalam bidang akidah ia mengikuti akidah Abul Hasan Al Asy’ari”.
Adz-Dzahabi mengatakan, apa yang dikatakan oleh Ahmad Al Kattani adalah benar, karena mengenai sifat-sifat Allah ta’ala Al Khatib sendiri telah menegaskan bahwa sifat-sifat tersebut telah kita pahami sebagaimana apa adanya tanpa menanyakan “bagaimana?” Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah madzhab Al Asy’ari yang ia yakini sampai meninggalnya, sebagimana juga madzhab Imam Ahmad dan semua ulama hadits dan sunnah dalam berbagai masa.
Ghaits bin Ali mengatakan, Abu Al Faraj Al Isfarayani mengatakan kepadaku; “Al Khatib pernah haji bersama kami, setiap hari dia menghatamkan Al Quran dengan bacaan tartil, setelah menghatamkannya orang-orang berkumpul padanya, sementara ia berada dalam kendaraan dan mereka berkata; ‘Riwayatkanlah hadits kepada kami’, lalu ia meriwayatkan hadits kepada mereka”.
Ibnu Nashir mengatakan, Abu Zakariya At Tabrizi Al Lughawi berkata; “Aku memasuki Damaskus lalu aku membaca kitab-kitab sastra arab di bawah bimbingan Al Khatib di dalam masjid, lalu naiklah Al Khatib kepadaku, ia berkata; ‘Aku ingin mengunjungimu di rumahmu’.








