
Tak lama setelah itu muncul sengketa besar antara Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu dengan Mu’awiyah bin Abi Sufyan bin Harb, gubernur untuk wilayah Syam.
Dalam rangkaian keadaan genting dan peristiwa-peristiwa yang mencekam itu, anak tersebut mendapati dirinya bersama adik perempuannya dibawa dari Madinah ke Mesir, menyusul kedua orang tuanya. Ayahnya diangkat menjadi gubernur Mesir oleh khalifah Ali bin Abi Thalib.
Di kota ini dia harus menyaksikan cakar-cakar fitnah mencengkeram makin jauh sampai akhirnya ayah beliau tewas dengan cara yang keji.
Selanjutnya ia pindah lagi dari Mesir kembali ke Madinah setelah kekuasaan dipegang oleh Mu’awiyah radhiyallahu anhu. Kini dia yatim piatu.
Al Qasim bercerita tentang perjalanan hidupnya yang sarat dengan penderitaan itu, setelah terbunuhnya ayah di Mesir, pamanku Abdurrahman datang untuk membawaku dan adik perempuanku ke Madinah. Setibanya di kota ini, bibiku, Ummul Mukminin, mengutus seseorang mengambil kai berdua untuk dibawa ke rumahnya dan dipelihara di bawah pengawasannya.








