
Amru; “Tapi apakah menurut Anda dengan kedudukannya yang mulia itu, beliau bersedia diadu dengan si romawi di depan khalayak ramai?”.
Mu’awiyah; “Ia pasti bersedia, bahkan lebih dari itu selagi ia melihat ada kebaikan di dalamnya dan Islam semakin nampak berwibawa”. Kemudian Mu’awiyah memanggil Qais bin Sa’id bin Sa’ad dan Muhammad Al Hanafiyyah.
Gelanggang dibuka, untuk mengetahui siapa yang lebih tinggi, Qias bin Sa’ad membuka celana luarnya dan dilemparkannya kepada orang-orang Romawi sambil menyuruh untuk memakainya. Ketika dipakai ternyata menutup sampai ke dadanya sehingga orang-orang pun tertawa geli melihatnya.
Giliran Muhammad Al Hanafiyyah, dia berkata kepada penerjemah; “Katakan kepada orang Romawi ini, dia boleh memilih, dia duduk dan aku berdiri, lalu dia harus bisa membuat aku duduk atau aku yang membuat dia berdiri. Boleh juga kalau dia memilih berdiri dan aku duduk”.
Orang Romawi itu lebih memilih duduk. Kemudian Muhammad Al Hanafiyyah memegang tangan si Romawi sampai rasanya nyaris putus dari pundaknya dan akhirnya dia terduduk di atas tanah.








