
Diriwyatkan bahwa dia telah memerdekakan seribu orang budak dan tak pernah memakai tenaga seorang budak lebih dari satu tahun. Kebanyakan dari mereka dimerdekakan pada malam idul Fithri, malam yang penuh berkah.
Dimintanya mereka menghadap ke kiblat dan berdoa; “Ya Allah, ampunilah Ali bin Husein”, sebelum mereka pergi, beliau memberinya bekal dua kali lipat untuk berlebaran agar mereka merasakan kebahagiaan yang berlipat.
Ia dicintai dan dihromati oleh segenap penduduk Madinah. Bila beliau berjalan menuju masjid atau kembali darinya, orang-orang selalu memperhatikannya dari tepi-tepi jalan.
Pernah Hisyam bin Abdul Malik yang sedang menjabat sebagai Amirul Mukminin datang ke Mekah untuk berhaji. Ketika beliau thawaf dan hendak mencium Hajar Aswad, para pengawal memerintahkan orang-orang supaya melapangkan jalan untuknya.
Namun mereka tak mau minggir dan tak menghiraukan rombongan Amirul Mu’minin, karena itu adalah rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan semua manusia adalah hamba-Nya.








