
Sementara itu dari kejauhan terdengar suara tahlil (laa ilaaha illallah) dan takbir, di tengah-tengah kerumunan terlihat seseorang berperawakan kecil, wajahnya bercahaya, nampak tenang, dan berwibawa.
Dia mengenakan kain dan jubah, di dahinya tampak bekas sujud. Orang-orang berdiri berjajar, menyambut dengan pandangan penuh cinta dan kerinduan. Dia terus berjalan menuju Hajar Aswad kemudian menciumnya.
Seorang pengawalnya menoleh ke arah Hisyam; “Siapa orang yang dihormati sedemikian rupa oleh rakyat itu?”. Hisyam berkata; “Aku tidak tahu”. Kebetulan di dekat situ hadir Farazdak, lalu dia berkata; “Barangkali Hisyam tidak kenal, tapi saya mengenalnya. Beliau adalah Ali bin Husein”.(*)








