Raja Bin Haiwah, Sang Menteri Khalifah Bani Umayah (4)

Setelah itu aku meminta agar Ka’ab bin Hamiz mengumpulkan semua keluarga khalifah di masjid Dabik. Setelah semuanya hadir aku berkata; “Berbaiatlah kalian kepada orang yang tercantum namanya dalam surat ini”.

Mereka berkata; “Kami sudah berbaiat kemarin, mengapa harus berbaiat lagi?”. Aku berkata; “Ini adalah perintah Amirul Mu’minin. Kalian harus menaati perintahnya untuk membaiat orang yang tersebut namanya dalam surat ini”.

Satu persatu mereka pun berbaiat. Setelah kulihat segalanya berjalan dengan lancar, baru aku katakan; “Sesungguhnya Amirul Mukminin telah wafat, inna lillahi wa inna ilaihi raji’un“.

Baca Juga:  Syaikh Izzudin Bin Abdis Salam dan Jabatan yang Dijual (1)

Aku membaca surat wasiat Amirul Mu’minin dan membacanya, ketika kusebutkan nama Umar bin Abdul Aziz, spontan Hisyam bin Abdul Malik berteriak; “Aku tidak akan membaiat dia selamanya!”.

Aku berkata; “Kalau begitu –demi Allah- aku akan memenggal lehermu, bersegeralah engkau baiat dia”.