Raja Bin Haiwah, Sang Menteri Khalifah Bani Umayah (3)

Unta di padang pasir
Unta di padang pasir. (Foto: Net)

Moeslim.id | Khalifah Al Walid mengelilingi masjid hingga sampai di tempat duduk Sa’id bin Musayyab, beliau berhenti memberi salam dan bertanya; “Bagaimana keadaan Anda, wahai syaikh?”.

Sa’id menjawab tanpa beranjak dari tempatnya; “Dalam limpahan nikmat-Nya, segala puji bagi Allah, bagaimana keadaan Amirul Mu’minin?. Semoga mendapat taufik untuk mengerjakan apa yang dicintai dan diridhai oleh Allah”.

Sambil berlalu Al Walid berkata; “Ia adalah sisa-sisa orang terdahulu, sisa pendahulu umat ini”.

Ketika tampuk kekhalifahan jatuh ke tangan Sulaiman bin Abdul Malik, Raja bin Haiwah mendapat kepercayaan penuh di sisinya melebihi yang lain. Sulaiman sangat mempercayainya, menggunakan pemikiran dan pandangan-pandangannya dalam segala urusan yang besar maupun yang kecil.

Baca Juga:  Inilah Keistimewaan Sahabat Abu Bakar As Shiddiq

Begitu banyak peristiwa mengesankan yang beliau alami bersama Sulaiman bin Abdul Malik. Namun ada satu peristiwa monumental bagi sejarah Islam dan kaum muslimin, karena masalahnya yang sangat urgen. Yakni soal pengganti khalifah, di mana Raja’ cenderung untuk memilih Umar bin Abdul Aziz.