
Akhirnya sambil menyeret kedua kakinya dia berjalan menuju Umar bin Abdul Aziz, lalu berkata; “Inna lillahi wa inna ilahi raji’un“. (yakni dia sesalkan mengapa khilafah jatuh ke tangan Umar dan bukan ke tangan salah satu putra Abdul Malik).
Umar pun menjawab; “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (yakni beliau menyesali mengapa beliau harus mengemban tugas khalifah)”.
Itulah baiat yang dengannya Allah memperbarui keislaman dan meninggikan panji-panjinya.
Sungguh beruntung khalifah Sulaiman bin Abdul Malik dan selamatlah jalannya. Dengan pengangkatannya atas Umar bin Abdul Aziz berarti beliau telah menyelamatkan diri dari tanggung jawab di hadapan Allah.
Selamatlah menteri yang tulus Raja bin Haiwah yang telah merealisasikan nasihat bagi Allah, Rasul-Nya, dan imam-imam kaum muslimin. Semoga Allah membalas teman akrab yang shalih dengan balasan yang baik dan menggantinya dengan pahala. Dengan kecerdasannya mampu menunjukkan jalan terbaik bagi para penguasa.(*)








