Data ZIS dan Wakaf Akan Dijadikan Satu Dashboard

Ilustrasi infaq zakat
Ilustrasi infaq zakat. (Foto: Net)

“Kita harus berangkat dari narasi besar yang mudah diterima masyarakat: kita memiliki satu data yang sama untuk bekerja bersama pemerintah menuju kesejahteraan masyarakat. Tujuannya jelas, meningkatkan derajat mustahik menjadi muzaki,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam, Waryono Abdul Ghafur, menyatakan bahwa secara teknis dashboard telah siap digunakan setelah melalui tahap uji coba.

“Uji coba sudah dilakukan dan kini bukan lagi saatnya coba-coba. BAZNAS dan LAZ harus konsisten menggunakan data DTSEN ini sebagai rujukan utama,” tegasnya.

Baca Juga:  Wamenag: Pertanian Pesantren Dukung Program Hilirisasi

Ia menambahkan, hasil uji coba menunjukkan tingkat presisi yang baik, khususnya dalam menyasar kelompok masyarakat miskin pada desil 1 hingga 3. Pemanfaatan dashboard ini diharapkan meningkatkan efektivitas program pemberdayaan mustahik sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

Saat ini, data mentah DTSEN dari Sekretariat Satu Data Indonesia di Bappenas telah tersedia. Namun, proses transmisi masih menunggu penyelesaian administratif, termasuk pembubuhan Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada Berita Acara Serah Terima (BAST) serta enkripsi melalui gerbang sandi Badan Siber dan Sandi Negara.