Madzhab Syafi’i dan Pembela Sunnah Rasulullah

Masjid Al Aqsa tempat ibadah bagi umat Islam. (Foto: Net)

Moeslim.id | Mazhab Syafi’i dinisbatkan kepada Imam Muhammad bin Idris, yang lebih dikenal dengan nama Imam Asy Syafi’i. Ia dijuluki sebagai ‘Nashirus Sunnah’, yaitu pembela sunnah Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Imam Asy Syafi’i lahir di Ghaza pada tahun 150 H, dan wafat di Mesir pada tahun 204 H. Setelah dua tahun dari kelahirannya, ibunda Imam Syafi’i membawanya ke Mekah. Hidup dalam keadaan yatim dan miskin di bawah pengasuhan ibunya. Beliau hafal Al Qur’an ketika berusia 7 tahun.

Baca Juga:  Hukum Membayar Fidyah Bagi Wanita Hamil dan Menyusui (3)

Imam Syafi’i berguru kepada para Imam ahli hadits dan ahli Fiqih kota Mekah, seperti Imam Sufyan bin Uyainah, Muslim bin Khalid Az Zanji, Sa’id bin Salim Al Qaddah, dan lain-lain.

Di usia 13 tahun Imam Syafi’i pergi ke Madinah untuk melanjutkan perjalanannya mencari ilmu. Di Madinah Imam Syafi’i berguru kepada seorang Imam yang terkenal yaitu Imam Malik rahimahullah.

Imam Syafi’i berhasil menghafalkan kitab “Al Muwaththa” karya Imam Malik. Selain itu Imam Syafi’i juga berguru kepada para Imam kota Madinah, seperti Imam Ibrahim bin Sa’d Al Anshari, Ibrahim bin Abi Yahya Al Aslami, dan lain-lain.