Keutamaan Pahala Menjenguk Orang yang Sakit

MOESLIM.ID | Diantara sekian banyak amal shalih yang ditekankan oleh syari’at kita serta dijanjikan bagi para pelakunya dengan ganjaran yang besar ialah menjenguk orang sakit.

Yang paling jelas adalah sebuah sabda Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Bar bin Azib Radhiyallahu anhu, beliau mengatakan:

أَمَرَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ وَنَهَانَا عَنْ سَبْعٍ أَمَرَنَا بِاتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ وَعِيَادَةِ الْمَرِيضِ وَإِجَابَةِ الدَّاعِي وَنَصْرِ الْمَظْلُومِ وَإِبْرَارِ الْقَسَمِ وَرَدِّ السَّلَامِ وَتَشْمِيتِ الْعَاطِسِ [أخرجه البخاري و مسلم]

“Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wasallam menyuruh kami untuk mengerjakan tujuh perkara: ‘Beliau memerintahkan kami supaya mengiringi jenazah, menjenguk orang sakit, memenuhi undangan, menolong orang yang terdhalimi, membantu melepas (kafarah) sumpah, menjawab salam dan mendo’akan orang yang bersin“.(HR. Bukhari no: 1239. Muslim no: 2066)

Dalam riwayat Bukhari disebutkan, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « أَطْعِمُوا الْجَائِعَ وَعُودُوا الْمَرِيضَ وَفُكُّوا الْعَانِيَ » [أخرجه البخاري]

“Berilah makan orang yang kelaparan, jenguklah orang yang sedang sakit dan bebaskanlah saudara (muslim) yang tertawan“. (HR. Bukhari no: 5373. Dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiyallahu anhu)

Salah satu keutamaan menjenguk orang sakit adalah hak seorang muslim pada muslim lainnya yang harus ditunaikan.

Sebagaimana digambarkan dalam haditsnya Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam pernah bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ ». قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ » [أخرجه البخاري و مسلم]

Baca Juga:  Keberkahan Sahur Bagi Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadhan

“Hak muslim atas muslim lainnya ada enam perkara”. Ada yang bertanya: “Apa saja enam perkara tersebut wahai Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam? Beliau menjawab: “Apabila engkau berjumpa dengannya engkau memberi salam, jika engkau diundang maka memenuhi undangannya, bila engkau dimintai nasehat engkau menasehatinya, jika dirinya bersin lalu mengucapkan ‘al-hamdulillah’ engkau mendo’akannya, dan bila sakit engkau menjenguknya, dan apabila dirinya meninggal engkau mengiringi jenazahnya“. (HR. Bukhari no: 1240. Muslim no: 2162)

Bahkan, dijelaskan oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam bahwa menjenguk saudaranya muslim yang sedang sakit merupakan jalan yang mengantarkan kepada surga.

Disebutkan oleh Imam Muslim sebuah hadits dari Tsauban Radhiyallahu anhu, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا خُرْفَةُ الْجَنَّةِ قَالَ جَنَاهَا [أخرجه مسلم]

“Sesungguhnya seorang muslim jika menjenguk saudaranya muslim (yang sedang sakit) maka dirinya senantiasa berada khurfah surga hingga dirinya kembali”. Di katakan: “Wahai Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wasallam, apa khurfah surga itu? Beliau menjelaskan: “Buah-buahan surga“. (HR. Muslim no: 2568)

Baca Juga:  MUI Dorong Sertifikasi Halal di Kantin Tingkat SMA

Syaikh Muhamad bin Sholeh Al Utsaimin menjelaskan makna hadits diatas: “Maksudnya dirinya senantiasa berada ditaman buah-buahan surga selama dirinya duduk disisi orang yang sedang dijenguknya”. (Syarh Riyadhus Shalihin, 4/470)

Dalam kesempatan lain Nabi Muhammad Muhammad Shalallahu alaihi wasallam mengabarkan kalau menjenguk saudaranya muslim yang sedang sakit sebagai faktor dirinya dido’akan oleh para malaikat.

Seperti diberitakan oleh sahabat Ali Radhiyallahu anhu, sebagaimana dikeluarkan oleh Imam Tirmidzi dalam sunannya. Sahabat Ali menceritakan: “Aku pernah mendengar langsung dari Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wasallam, beliau bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إلا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ , وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إلا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ [أخرجه الترمذي]

“Tidaklah seorang muslim yang menjenguk saudaranya muslim dipagi hari melainkan dirinya akan dido’akan oleh tujuh puluh ribu malaikat hingga petang. Dan jika dirinya menjenguk disore hari maka dirinya akan dido’akan oleh tujuh puluh ribu malaikat hingga pagi. Dan baginya kebun ditengah surga“. (HR. At Tirmidzi no: 969)

Al Ghudwah ialah waktu yang dimulai dari fajr sampai terbitnya matahari, maksudnya ialah pagi hari. Adapun Al A’syiyah artinya waktu yang dimulai dari tergelincirnya matahari hingga tenggelam. Sedangkan Al Kharif maksudnya adalah kebun. Pada asalnya ia adalah pepohonan yang saling menutupi.

Baca Juga:  Sebanyak 10.300 PPPK Kemenag Hasil Optimalisasi Dilantik

Imam Qadhi Iyadh pernah menuturkan: “Menjenguk orang yang sedang sakit merupakan bentuk ketaatan yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak pahala. Dimana telah datang penjelasannya dalam hadits serta yang lainnya, dan hal ini hukumnya bisa menjadi fardhu kifayah, apalagi jika yang sakit adalah orang asing yang tidak memiliki keluarga atau kerabat yang membantunya. Sehingga jika sampai tidak dijenguk dirinya bertambah parah dan bisa meninggal tanpa perawatan, kelaparan serta kehausan. Baca Juga Hukum Hipnotis Adapun menjenguknya, yaitu bertujuan untuk mengetahaui keadaannya serta menanyakan barangkali ada kebutuhan dan bantuan yang diperlukan. Perkaranya sama persis dengan menolong orang yang sedang di aniaya, menyelamatkan orang dari kebakaran atau bahaya, yang wajib hukumnya bagi orang yang hadir. Sehingga bila kaum muslimin tidak ada yang menjenguknya mereka tidak mengetahui keadaan orang yang sedang sakit tersebut”. (Ikmaalul Mu’alim bii Fawaid Muslim: 8/35)

Adab Bagi yang Menjenguk Sunah yang dianjurkan bagi orang yang sedang menjenguk ialah mendo’akan orang yang sedang sakit dengan rahmat dan ampunan, penghapus dosa, keselamatan dan kesembuhan.

Dan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam telah mengajari umatnya beberapa do’a yang hendaknya dihafal oleh orang yang akan menjenguk dan menggunakan do’a-do’a tersebut karena bersumber dari makhluk yang terjaga yaitu Nabi kita Muhammad Muhammad Shalallahu alaihi wasallam, disamping itu beliau juga diberi jamami’ul kalim (ucapan yang ringkas namun banyak makna).(Kunuz Riyadhus Shalihin 11/561) (almanhaj.or.id)