
Hal yang dapat merealisasikan tawakkal ialah melakukan usaha-usaha yang diperintahkan. Barangsiapa yang menafikannya, maka tidak sah tawakkalnya.
Jika hamba bertawakkal kepada Rabb-nya, berserah diri kepada-Nya, dan menyerahkan urusannya kepada-Nya, maka Allah akan memberikan kepadanya kekuatan, tekad, kesabaran, dan menjauhkannya dari berbagai bencana yang merupakan halangan ikhtiar hamba bagi dirinya.
Tawakkal akan memperlihatkan kepada seseorang kebaikan berbagai akibat ikhtiarnya untuknya, yang tidak mungkin dia sampai kepadanya walaupun kepada sebagiannya, apabila (hanya bersan-darkan) kepada ikhtiarnya semata.
Ini semua akan menenangkannya dari pemikiran-pemikiran yang melelahkan dalam berbagai jenis ikhtiar, dan mengosongkan hatinya dari pertimbangan-pertimbangan yang sewaktu-waktu dia tempuh dan sewaktu-waktu ia tinggalkan.(*)








