Tips Meraih Rumah Tangga Sakinah Mawaddah Warahmah (1)

Ilustrasi keluarga sakinah muslim. (Foto: unsplash.com)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau doa anak yang shalih.” (HR. Muslim no. 1631).

Dari Ma’qil bin Yasaar, ia berkata, “Ada seseorang yang menghadap Nabi shallallahu alaihi wasallam, ia berkata, “Aku menyukai wanita yang terhormat dan cantik, namun sayangnya wanita itu mandul (tidak memiliki keturunan). Apakah boleh aku menikah dengannya?”

Baca Juga:  Cara Membersihkan Najis yang Berat (Tsaqilah)

Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab, “Tidak.”

Kemudian ia mendatangan Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk kedua kalinya, masih tetap dilarang.

Sampai ia mendatangi Nabi shallallahu alaihi wasallam ketiga kalinya, lantas Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَم

Nikahilah wanita yang penyayang yang subur punya banyak keturunan karena aku bangga dengan banyaknya umatku pada hari kiamat kelak.” (HR. Abu Daud no. 2050 dan An Nasai no. 3229).

Baca Juga:  Cara Berbakti Kepada Kedua Orang Tua yang Sudah Wafat

Bersambung…

Referensi Lainnya, klik: https://www.jabarnews.com