
Pada 2003, konstitusi berubah untuk menghilangkan banyak pembatasan pada sejumlah syarat yang bisa dilayani presiden; pengkritik Bongo telah menuduhnya memiliki kecenderungan berkuasa seumur hidup.
Bongo mengumumkan pencalonannya buat PilPres 2005 pada 1 Oktober; pada 6 Oktober diumumkan bahwa pemilu akan diadakan pada 27 November, meski angkatan keamanan akan memilih 2 hari lebih awal.
Menurut hasil resmi, Bongo memenangkan pemilu dengan mayoritas besar 79,2%; ia disumpah untuk masa jabatan 7 tahun berikutnya pada 19 Januari 2006.
Istri Bongo ialah puteri presiden Kongo Denis Sassou-Nguesso. Puteranya Ali-Ben Bongo ialah Menteri Luar Negeri (1989-1991), dan menjadi Menteri Pertahanan pada 1999.
Bongo diyakini sebagai salah satu kepala negara terkaya di dunia. Ini dihubungkan dengan penerimaan minyak dan korupsi. Media Prancis melaporkan, keluarga Bongo memiliki banyak real estat di Prancis.








