Raja Bin Haiwah, Sang Menteri Khalifah Bani Umayah (4)

Moeslim.id | Setelah semuanya berkumpul, aku berkata; “Ini adalah surat wasiat Amirul Mu’minin yang berisi perintah pengangkatan khalifah penggantinya dan beliau telah memerintahkan aku untuk mengambil baiat kalian bagi orang yang tercantum sebagai calon penggantinya”.

Mereka berkata; “Kami mendengar, dan akan taat kepada Amirul Mukminin penggantinya”. Setelah itu mereka minta izin menemui Amirul Mu’minin untuk mengucapkan salam. Aku berkata; “Silakan”.

Setelah mereka masuk, Sulaiman berkata; “Sesungguhnya surat yang berada di tangan Raja berisi pesan bagi khalifah penggantiku maka taatilah dia dan baiatlah kepada orang yang kusebutkan namanya di dalamnya”.

Baca Juga:  Zheng He, Sang Penyebar Islam Dari Negeri China (1)

Satu demi satu orang-orang membaiat. Kemudian aku keluar dengan membawa surat yang tertutup rapi dan tak ada seorangpun yang tahu selain aku dan Amirul Mu’minin.

Setelah orang-orang membubarkan diri, Umar bin Abdul Aziz mendekatiku dan berkata; “Wahai Abu Miqdam, selama ini Amirul Mukminin begitu baik kepadaku dan telah memberiku kekuasaan karena kebijaksanaan dan ketulusannya dalam masalah ini. Oleh sebab itu, aku bertanya karena Allah, atas nama persahabatan dan kesetiakawanan kita, beritahukanlah kepadaku nama tersebut, sedandainya dalam wasiat Amirul Mukminin tersebut ada sesuatu yang ditujukan khusus kepadaku, agar aku bisa menolaknya sebelum terlambat”.