Kebab, Makanan Khas Islami yang Jadi Saingan Berat Burger

foto: selerasa.com

MOESLIM.ID | Kebab adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar daging sapi atau daging domba yang di panggang dengan ukuran kecil kecil atau pipih. Kebab berasal dari timur tengah dan saat ini sudah populer di berbagai negara. Tata cara penyajian kebab pun kini sudah bermacam-macam.

Kebab berasal dari Turki, dalam bahasa Arab lebih dikenal sebagai kabbeh. Konon, kebab mulai hadir di abad ke-18. Waktu itu pedagang Turki banyak yang berhubungan dengan pedagang di Berlin, Jerman, sehingga sempat terjadi perubahan pada kebab, karena menyesuaikan dengan selera orang Jerman.

Baca Juga:  Sate Klopo Khas Surabaya yang Gurih dan Super Lezat

Awalnya, daging kebab akan dipanggang manual, kemudian disajikan dengan paprika, saus, dan dibungkus roti Tortila khas Meksiko. Ketika masuk Jerman, teknik pembuatan kebab mulai berkembang. Pemanggangan dagingnya mulai menggunakan panggangan listrik dan gas, meski isi kebab kurang lebih masih sama, yaitu roti dan sayuran/salad.

Pesaing Berat Burger

Nah, siapa sangka bahwa ternyata masyarakat Berlin, Jerman sangat menyukai kebab, teman-teman! Meski makanan ini tergolong makanan pendatang yang dibawa oleh masyarakat Turki, tetapi di Jerman sendiri kebab dinilai mampu bersaing dengan penjualan burger daging atau hamburger. Padahal, burger telah lebih dulu ada dan dikenal luas di Jerman. Hihi.

Baca Juga:  Ebi Furai, Menu Udang Goreng Khas Jepang yang Gurih

Kini, kebab telah meluas ke seluruh dunia, termasuk Eropa, Amerika, Jepang, Malaysia, Cina, bahkan di Indonesia! Di Indonesia, kebab dapat ditemui di kedai pinggir jalan maupun di restoran-restoran besar.

Tetapi ketika masuk ke negara lain, tentu pembuatan kebab akan disesuaikan kembali dengan selera masyarakatnya, meski tak berbeda jauh dengan kebab yang asli dari Turki. Misalnya, di Indonesia kebab dinilai berukuran lebih kecil daripada kebab yang asli.(bbs)