Memilih Imam Untuk Memimpin Shalat Berjamaah di Masjid

MOESLIM.ID | Terdapat beberapa hadits shahih yang memberikan panduan dalam memilih imam untuk memimpin shalat berjamaah di masjid. Yaitu sebagai berukut,

Hadits dari Abu Said al Khudri radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

إِذَا كَانُوا ثَلاثَةً فَلْيَؤُمَّهُمْ أَحَدُهُمْ وَأَحَقُّهُمْ بِالإِمَامَةِ أَقْرَؤُهُمْ

Jika mereka berjumlah tiga orang, hendaknya salah satu jadi imam. Dan yang paling berhak jadi imam adalah yang paling banyak hafalannya”. (HR. Muslim 1077)

Hadits lainnya dari Abu Mas’ud Al Badri radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wasallam memberikan rincian,

Baca Juga:  Ketika Ada Angin Kencang? Bacalah Doa yang Satu Ini

يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ وَأَقْدَمُهُمْ قِرَاءَةً فَإِنْ كَانَتْ قِرَاءَتُهُمْ سَوَاءً فَلْيَؤُمَّهُمْ أَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً فَإِنْ كَانُوا فِى الْهِجْرَةِ سَوَاءً فَلْيَؤُمَّهُمْ أَكْبَرُهُمْ سِنًّا وَلاَ تَؤُمَّنَّ الرَّجُلَ فِى أَهْلِهِ وَلاَ فِى سُلْطَانِهِ وَلاَ تَجْلِسْ عَلَى تَكْرِمَتِهِ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ أَنْ يَأْذَنَ لَكَ أَوْ بِإِذْنِهِ

Yang menjadi imam adalah yang paling banyak hafalan al-Quran-nya dan paling sempurna bacaannya. Jika bacaan Al Quran-nya sama, maka yang berhak jadi imam adalah yang paling duluan hijrah. Jika hijrahnya sama, maka yang paling berhak jadi imam adalah yang paling tua usianya. Dan janganlah seseorang mengimami di wilayah orang lain, kecuali dengan izinnya”. (HR. Muslim 1566 & Abu Daud 582)

Baca Juga:  Mengenal Habbatus Sauda Dalam Pengobatan Islami

Dua hadits di atas menegaskan bahwa yang paling berhak jadi imam adalah yang paling aqra diantara yang lain [أَقْرَؤُهُمْ]. Kata aqra’ bermakna orang yang paling sempurna Al Quran-nya. Di zaman sahabat, aqra’ didahulukan, karena mereka belajar Al Quran dengan bacaan yang benar, memahami maknanya, dan berusaha mengamalkannya.

Sehingga mereka menggabungkan antara ilmu dan amal. Karena itu, orang yang aqra’ di masa sahabat, di samping hafalan Al Qurannya lebih banyak, mereka juga lebih sempurnya ilmu fiqhnya. Dan bukan semata banyak hafalannya, atau suaranya bagus, namun tidak paham maknanya.

Baca Juga:  Keutamaan Besar Do'a Tasyahud Akhir Sebelum Salam