Berapa Jumlah Rakaat Shalat Tarawih dan Apa Hukumnya?

Ilustrasi shalat Tarawih di bulan Ramadan
Ilustrasi shalat Tarawih di bulan Ramadan. (Foto: Net)

Moeslim.id | Shalat tarawih adalah sunnah sebagaimana diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Sebagaimana riwayat Aisyah Radhiyallahu anha;

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي الْمَسْجِدِ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَصَلَّى بِصَلَاتِهِ نَاسٌ ثُمَّ صَلَّى مِنْ الْقَابِلَةِ فَكَثُرَ النَّاسُ ثُمَّ اجْتَمَعُوا مِنْ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوْ الرَّابِعَةِ فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ فَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنْ الْخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ قَالَ وَذَلِكَ فِي رَمَضَانَ

Baca Juga:  Pendapat Para Ulama Tentang Hukum Shalat Ghaib

“Dari Aisyah Radhiyallahu anha bahwasanya pada suatu malam, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam shalat di Masjid, lalu diikuti oleh beberapa orang sahabat. Kemudian (pada malam kedua) beliau shalat lagi, dan ternyata diikuti oleh banyak orang. Dan pada malam ketiga atau keempat mereka berkumpul, namun Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak keluar shalat bersama mereka. Maka setelah pagi, beliau bersabda; ‘Sesungguhnya aku tahu apa yang kalian lakukan semalam. Tiada sesuatu pun yang menghalangiku untuk keluar dan shalat bersama kalian, hanya saja aku khawatir (shalat tarawih itu) akan diwajibkan atas kalian. Persitiwa ini terjadi pada bulan Ramadan’.

Baca Juga:  Hal yang Termasuk Najis, Begini Cara Membersihkannya (1)

Sedangkan jumlahnya adalah sebelas rakaat, berdasarkan riwayat dalam shahihain dari Aisyah Radhiyallahu anha;

كَيْفَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ فَقَالَتْ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً

“Aisyah Radhiyallahu anha ditanya tentang cara shalat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di bulan Ramadan. Maka Aisyah menjawab; ‘Tidaklah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan dan di bulan-bulan lainnya lebih dari sebelas raka’at”. (HR. Bukhari: 1147 dan Muslim: 125)