
Menurut para pejabat, para ekstremis pertama-tama menggali dua lubang, satu untuk pria dan satu lagi untuk wanita, kemudian pasangan itu dikubur sampai leher mereka dan kemudian empat ekstremis mulai melempari mereka dengan batu dan terus melempar sampai mereka mati karena luka-luka mereka.
Masyarakat diundang untuk ikut serta dalam perajaman ini. Pasangan itu dituduh melanggar hukum Islam karena hidup bersama tanpa menikah.(*)








