
Sekarang Anda menulis surat kepada saya disertai ancaman, maka kami memilih pergi dari Anda, InsyaAllah”.
Akhirnya, Muhammad Al Hanafiyyah bersama seluruh keluarga dan pengikutnya keluar dari Syam. Namun setiap kali hendak menetap di suatu tempat, mereka selalu diganggu dan diusir.
Belum cukup penderitaannya, Allah Subhanahu wa Ta’ala masih mengujinya dengan kesulitan lain yang lebih keras dan berat.
Di antara pengikutnya, muncul orang-orang yang berhati cacat dan hilang akal sehatnya sehingga mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam meninggalkan pada diri Ali dan keturunannya rahasia-rahasia ilmu, tatanan agama dan pusaka-pusaka syariat. Itu semua dikhususkan bagi keluarga Muhammad Al Hanafiyyah yang tak diketahui oleh orang lain.
Laki-laki yang berilmu dan cerdas ini paham tentang apa yang ada di balik kata-kata sesat tersebut, yang mungkin akan menyeret Islam dan kaum muslimin ke dalam bahaya besar. Beliau mengumpulkan orang-orang kemudian berbicara untuk menjernihkan masalah.








