Kisah Muhammad Al Hanafiyyah Bin Ali Bin Abi Thalib (4)

Ilustrasi berjalan di gurun. (Foto: Net)

Setelah mengucapkan tahmid kepada Allah dan shalawat atas Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, dia berkata; “Ada beberapa orang yang menganggap kami sekeluarga memiliki ilmu yang diberikan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam secara khusus bagi kami, yang tidak diketahui oleh orang lain. Maka Kami tegaskan, demi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak mewariskan kecuali yang ada di antara dua lauh (papan/cover)…”.

Sambil menunjuk kepada Mushaf; “Barangsiapa menganggap kami membaca selain Kitabullah, maka dia berdusta”.

Baca Juga:  Kisah Singkat Si Miskin dan Si Kaya Pemilik Dua Kebun

Ketika sebagian dari pengikutnya memberi salam; “Assalamu’alaika, wahai Mahdi (pemberi petunjuk)”, maka beliau menjawab; “Benar, aku adalah pemberi petunjuk kepada kebaikan dan kalian insya Allah mendapatkan hidayah dan menjadi manusia-manusia yang mendapat hidayah. Tetapi jika kalian memberi salam kepadaku, cukuplah menyebutkan namaku dan katakan; ‘Assalamu’alaika, wahai Muhammad’.”

Tidak lama ketika rasa bingung menggelayuti pikiran Muhammad Al Hanafiyyah dan beberapa pengikutnya di tempat mereka tinggal, atas kehandak Allah Subhanahu wa Ta’ala, Hajjaj bin Yusuf berhasil membunuh Abdullah bin Zubair, kemudian semua orang berbai’at kepada Abdul Malik bin Marwan.