Kisah Muhammad Al Hanafiyyah Bin Ali Bin Abi Thalib (4)

Ilustrasi berjalan di gurun. (Foto: Net)

Moeslim.id | Muhammad Al Hanafiyyah beserta pengikutnya berangkat menuju Syam. Mereka kemudian menetap di kota Ailah. Para penduduk di kota itu menyambut mereka dengan hangat dan menjadi tetangga yang baik.

Mereka menyayangi dan menghormati Muhammad Al Hanafiyyah setelah melihat ketekunannya dalam ibadah dan kezuhudannya terhadap duniawi.

Dia senantiasa menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar. Menegakkan syi’ar Islam, mendamaikan segala pertentangan di antara mereka dan tidak membiarkan seorang pun menzhalimi orang lain.

Berita tentang keadaannya sampai ke telinga khalifah Abdul Malik. Dia pun bingung dalam menentukan sikap. Dia mengumpulkan para pejabatnya untuk bermusyawarah, lalu mereka berkata;

Baca Juga:  Pembantaian Oleh Zionis Yahudi di Kota Lod Palestina

“Tidak layak Anda mengizinkan dia berada dalam kekuasan Anda sedangkan dia sebagaimana Anda ketahui. Sebaiknya Anda tawarkan kepadanya untuk berbai’at kepada Anda atau kembali ke tempat asalnya”.